Review Mobil: Suzuki Grand Escudo XL7 A/T

Merk: Suzuki Grand Escudo XL7

Transmisi: Otomatis
Tahun Pembuatan: 2004
Harga Baru (pada saat punya/tes): Beli bekas di tahun 2009 seharga 112 jt
Harga Bekas (pada saat penulisan ulasan): Masih dipakai

Spesifikasi Kendaraan:

- Mesin bensin 2493 CC V6 6 silinder
- Tenaga maksimum 160 HP/6500 RPM
- Torsi maksimum 22,1 KGM/3500 RPM
- Transmisi otomatis 4 speed
- Kapasitas tangki BBM 66 liter

Ulasan:

Nama XL7 yang menggambarkan kapasitas 7 penumpang sebenarnya lebih mirip slogan belaka, karena sesungguhnya kursi baris terakhir hanya akan nyaman diduduki oleh anak kecil dan sama sekali tidak nyaman buat orang dewasa. Jadi idealnya mobil ini hanya untuk 5 orang saja. Tapi secara keseluruhan mobil ini menyenangkan, apalagi buat perjalanan jauh. Kapasitas bagasi besar apabila jok baris terakhir dilipat. Tersedia banyak tempat penyimpanan barang dan ada 3 soket 12V untuk kebutuhan listrik, 2 di depan dan 1 di bagasi, jadi mencharge HP atau perangkat lain tidak perlu rebutan. Mesinnya lamban di putaran bawah tapi bertenaga di putaran atas, akibatnya konsumsi BBM (pertamax) untuk jalur luar kota hanya bisa maksimal di angka 1:8,9. Di dalam kota berkisar 1:6. Tapi semua terbayar dengan kemampuan akselerasi yang baik, jadi sangat aman untuk menyalip kendaraan di depan. Sayang sekali untuk pasaran Indonesia tidak tersedia versi 4wd, hanya saja di saat semua mobil sekelasnya menggunakan penggerak roda depan, mobil ini masih menggunakan penggerak roda belakang dengan gardan rigid, pastinya lebih meyakinkan untuk dipakai melibas jalanan rusak.

Positif:

Performa mesin bagus dan tanjakan tinggi sama sekali tidak menjadi masalah, interior terlihat cukup mewah, suspensi nyaman, transmisi otomatis responsif. AC double blower…duingiiinn!

Negatif:

Konsumsi BBM agak boros, harga onderdil lumayan mahal dan untuk yang sudah berumur rata-rata jok kulitnya sudah retak atau robek dan kain pada doortrim sering terangkat atau robek.

Ringkasan:

Sangat pas untuk dijadikan mobil keluarga ataupun untuk aktifitas sehari-hari, harga unit bekasnya yang terjangkau tapi sudah mendapatkan banyak fitur seperti Airbag dan ABS serta kenyamanan lebih ketimbang mobil baru dengan harga sama.

Pendapat pribadi (subjektif):

Performa yang buat saya sangat luar biasa, ditambah kehandalannya buat perjalanan jauh membuat mobil ini jadi favorit di rumah, sempat ingin dijual tapi batal, karena untuk mobil baru dengan kemampuan sama harus merogoh kocek jauh lebih dalam.

Hobi jalan-jalan, makan-makan dan nulis tentang otomotif.

Artikel ini sudah dibaca 3541 kali. Semoga bermanfaat :)

3 comments for “Review Mobil: Suzuki Grand Escudo XL7 A/T

  1. xl7lover
    30/06/2013 at 18:17

    Saya juga pakai XL7 manual 2005, setuju bos rico….
    Tenaga ndak usah ditanya..
    Di tol ndak perlu RPM tinggi udah nyalipin semua mobil.
    Cuman yaitu konsumsi bbm-nya yang ndak nguatin, cuman punya ane karena manual
    kadang kalau buat mudik bisa 1:11 bahkan kadang bisa lebih dik

  2. M. Agung Wahyudi
    04/05/2013 at 10:03

    Salam kenal mas…

    Konsumsi bensin tergolong boros ya, sama kayak chevrolet tavera. Bedanya mungkin XL7 tarikannya lebih gesit.

    Spare part apa aja yg tergolong mahal dari XL7 ini? Apakah sobreker, timing belt, kampas rem/kopling, tie rod waterpump, fuel pump?

    Terimakasih.

    • Rico Setyawan
      14/05/2013 at 07:12

      Salam kenal juga mas…

      Ya benar sekali, tarikan Escudo XL7 memang cukup gesit, tapi itu baru terasa di putaran atas mesinnya, lain cerita jika digunakan saat stop n go, maka mobil akan terasa sedikit lamban. Konsumsi BBM nya sendiri cukup ‘lumayan’, saat digunakan untuk perjalanan luar kota dengan Pertamax hanya bisa mendapat angka 1 ltr : 8,9 km, tapi dibandingkan dengan performa mesinnya rasanya masih pantas, menyalip kendaraan seperti bis dan truk bisa dilakukan dengan mudah.

      Untuk spare parts, jika komponen yang dipakai adalah dari Suzuki Genuine Parts, maka harganya boleh dibilang agak lumayan, walau masih wajar menurut saya. Tetapi komponen seperti yang mas sebutkan tadi (sobreker, timing belt, kampas rem/kopling, tie rod, waterpump, fuel pump) malah belum pernah diganti di mobil ini kecuali front brake pad dan shock absorber ya. Padahal mobil sudah menempuh jarak lebih kurang 118 ribu km. Boleh dibilang komponen komponen tadi cukup awet. Oh iya, informasi saja, mobil ini tidak menggunakan timing belt, tapi menggunakan timing chain dan menurut buku manualnya harus diperiksa setiap 90 rb km.

      Sekian penjelasan saya mas, semoga membantu :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *