Revitalisasi Engine Daihatsu Taft F50

Pada tulisan ini kita akan membahas langkah langkah apa saja yang kita ambil untuk menyiapkan senjata kita agar siap dibawa ke medan pertempuran (dibaca: Trek Off-road), paling tidak medan pertempuran ‘light to medium’.

Ritual pasca pembelian mobil bekas yang berlaku umum, juga berlaku untuk F50 ini. Setelah kita mendapatkan ‘hasil buruan’ yang baik, adalah tindakan yang bijaksana untuk memeriksa secara menyeluruh secara fisik agar nantinya tidak membawa masalah ketika diajak bertempur.

Ritual tersebut meliputi pengecekan dan perbaikan di sektor pembangkit daya (mesin), penerus daya (drive train: gearbox, transfercase, axle), sistem kelistrikan dan pengisian, sektor perkakian dan kemudi, dan sektor bodi serta rangka. “Kegiatan pengecekan ini sangat penting, karena kita tidak ingin sampai terjadi apa apa dengan kendaraan kan ketika kita sedang asyik mencoba trek off-road”, ujar Hendro Ady Pramono, pemilik bengkel Adhi Motor Service (AMS Workshop), dikenal sebagai bengkel spesialis Daihatsu Taft.

Untuk mesin, pengecekan dimulai dengan membongkar kepala silinder untuk mengetahui apakah valve seating masih dalam kondisi yang baik, ada baiknya dilakukan ‘skur klep’ agar klep dapat kembali duduk secara sempurna di tempatnya masing-masing. Langkah selanjutnya adalah membersihkan kerak yang menempel pada permukaan atas dari piston, setelah bersih kita gantikan paking kepala silinder dengan yang baru, disarankan untuk menggunakan genuine part (kode 001). “Pada kondisi kepala silinder terpisah ini hendaknya kita juga memeriksa  kondisi seal kruk as bagian depan dan belakang, karena komponen ini kerap sekali aus karena dimakan usia sehingga minyak pelumas dapat merembes dari bagian tersebut”, tambah Hendro.

Usai kegiatan tersebut, kepala silinder dapat dipasang kembali dan dikencangkan sesuai dengan kekencangan baut yang direkomendasikan oleh shop and repair manual, lalu dilanjutkan dengan pengesetan celah kerenggangan katup yaitu 0.3 mm untuk katup masuk dan 0.3 mm untuk katup buang. Apabila sudah selesai, pasang kembali valve cover lalu dilanjutkan dengan pengecekan kondisi karter oli. Lepas karter olinya (dengan sebelumnya menguras olinya terlebih dahulu tentunya) apabila tidak ada cacat pada bidang pertemuan antara blok mesin bagian bawah dengan bibir karter oli tersebut, karter oli dapat dipasang kembali dengan paking karter oli yang baru.

“Saya kerap sekali menemukan, kalo tidak bisa dibilang selalu, thermostat pada sistem pendingin mesin DG sudah tidak lagi berada ditempatnya semula. Hal ini justru tidak baik karena sistem pendinginan mesin justru tidak dapat bekerja dengan normal. Dengan dilepasnya thermostat ini, debit air yang mengalir pada water jacket tidak optimal sehingga tidak bisa mencapai silinder nomor 3 dan nomor 4. Ini juga yang menyebabkan sering sekali terjadi piston macet mesin DG milik F50 bila dipaksa bekerja di putaran tinggi”, tukas Hendro. Menurutnya, apabila tidak dapat menemukan thermostat untuk mesin DG, bisa juga menggunakan thermostat milik mesin DL (Taft GT/Rocky) dengan sebelumnya mengganti housing dari thermostat tersebut dengan milik mesin DL pula.

Hal yang tak kalah pentingnya untuk direvitalisasi adalah sistem suplai bahan bakar. Sistem suplai bahan bakar yang baik tentunya akan menghasilkan performa mobil yang baik pula. Apabila dalam kondisi mesin stasioner di ujung muffler sudah mengeluarkan asap yang cukup pekat, boleh jadi nozzle sudah tidak dalam kondisi yang baik. Lepas ke empat injektor dari fuel line lalu kemudian bongkar untuk mengetahui kondisi keempat noselnya. Apabila pada permukaan nosel sudah tidak rata (permukaan nosel sudah berbentuk seperti mangkuk), artinya nosel harus diganti. Pasang nosel pengganti pada injektornya, pastikan nosel tidak dapat bergerak naik turun dengan lancar, lalu setel tekanan injektor dengan test bench. Selain kondisi injektor dan nosel, kondisi diafragma juga harus diperiksa. Buka diafragma yang terletak di bagian inlet dari injection pump, apabila sudah dalam kondisi yang tidak baik atau robek, segera diganti. ##

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah JIP
Img:http://commons.wikimedia.org/wiki

Motto: Menulis untuk hiburan diri sendiri … Kalau tidak menghibur, saya tidak menulis …

Artikel ini sudah dibaca 2029 kali. Semoga bermanfaat :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *