Penerus Daya (Drive Train) pada Daihatsu Taft F50

Pada kendaraan, salah faktor utama yang menentukan kesiapan dari sebuah kendaraan adalah sehatnya sistem penerus daya. Sistem penerus daya terdisi dari transmisi, gardan dan transfercase. Sistem penerus daya yang tidak dalam kondisi baik akan berakibat sebesar apapun output dari mesin tidak akan tersalur dengan baik ke roda.

Transmisi bertugas mengolah putaran yang dihasilkan oleh mesin menjadi putaran yang sesuai dengan kebutuhan untuk menggerakkan roda melalui perbandingan gigi yang terdapat di dalamnya. Secara fisik, transmisi yang ‘sehat’ dapat dilihat dari tidak adanya bekas lelehan oli pada bagian output shaft dan sambungan antara transfercase dengan transmisi. Apabila ada tumbukan kerak oli yang sudah mengering, kondisi gearbox kendaraan tersebut harus diwaspadai. Kerak oli tersebut mengindikasikan seal oli sudah dalam kondisi yang tidak baik. Seal oli yang bocor mengakibatkan volume oli transmisi dan transfercase tidak pada jumlah yang cukup, sehingga besar kemungkinan ada masalah pada transmisi dan transfercasenya, mengingat pengecekan volume oli transmisi dan transfercase tidak dapat dilakukan dengan mudah layaknya oli mesin. Apabila sering terjadi kekurangan oli maka kemungkinan besar gigi transmisi dan transfercase sudah atau mulai aus.

Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang kondisi transmisi dan transfercase, sangat dianjurkan untuk men-test drive kendaraan tersebut. Jalankan mobil tersebut di jalan raya, dianjurkan untuk mencari jalan yang sepi agar tidak banyak gangguan ketika men- kendaraan tersebut. Jalankan mobil tersebut di jalan raya, dianjurkan untuk mencari jalan yang sepi agar tidak banyak gangguan. Ketika mobil berjalan, perhatikan bunyi yang dikeluarkan oleh transmisi. Apabila bunyi kasar dari arah gearbox hilang ketika pedal kopling diinjak, hal tersebut normal. Sudah bawaan pabrik bahwa per yang terdapat di plat kopling jip produk Daihatsu ini hanya kuat dalam hitungan hari saja sesudah plat kopling baru dipasang. Namun hal tersebut tidak berpengaruh pada fungsi. Masukkan gigi 1, apabila terjadi kesulitan saat memasukkan tuas transmisi ke gigi 1 ada kemungkinan syncromesh sudah mengalami masalah. Jalankan mobil secara normal, pindahkan gigi pada putaran mesin normal. Untuk setiap posisi tuas transmisi perhatikan apakah terdengar suara ‘bersiul’.

Apabila timbul suara ‘bersiul’ tersebut pada posisi gigi tertetu saja, hampir pasti gigi tersebut sudah mengalami keausan. Suara bersiul itu timbul karena clearance antar gigi sudah lebih besar dari toleransi yang disyaratkan. Namun apabila suara bersiul itu timbul di setiap posisi tuas transmisi, kemungkinan keausan justru terjadi di gigi transfercase, bukan transmisi. Hal ini kerap sekali terjadi dikarenakan human error saat jadwal penggantian oli.

Tidak semua bengkel paham bahwa transfercase F50 mempunyai jalur pelumasan yang terpisah dengan transmisi. Saat penggantian oli transmisi, mekanik yang menangani pekerjaan tersebut tidak mengetahui hal tersebut hingga ia hanya mengganti oli transmisi tanpa mengganti oli transfercase. Apabila hal ini terjadi dalam jangka panjang, oli transfercase tidak mendapatkan kualitas pelumasan yang baik sehingga terjadi keausan rangkaian gigi pada piranti tersebut.

Setelah men-test kondisi keausan gigi gigi transmisi dan transfercase, dilanjutkan dengan menggali informasi tentang fungsi tranfercase-nya. Pada posisi mobil diam, pindahkan tuas tranfercase dari 2H ke 4L, sebelumnya untuk F50 yang sudah dilengkapi dengan free wheel hub (freelock) posisinya dipindahkan dari free ke lock (atau dari 2WD ke 4WD), lepaskan kopling dengan tiba tiba. Apabila ketika dilakukan hal seperti itu tiba tiba tuas transfercase berpindah sendiri ke posisi N maka bisa dipastikan as garpu transfercase sudah ada bagian yang mengalami keausan (bagian yang berbentuk bola) sehingga tidak dapat menahan hentakan torsi yang diterima dari mesin. Hal ini tentu berbahaya ketika nantinya mobil tersebut melewati trek downhill atau uphill yang relatif panjang, saat dibutuhkan traksi untuk engine brake atau menanjak, tiba tiba tuas transfercase shifting ke posisi N, maka jip tidak dapat terkontrol dengan baik.

Tentunya timbul pertanyaan, mengapa hal-hal yang disebutkan diatas perlu mendapat perhatian khusus? Hal-hal tersebut harus diperhatikan karena komponen pengganti dari item-item tersebut sudah tergolong agak langka, jangankan dalam kondisi baru, untuk mencari komponen pengganti bekas pakai pun sudah tergolong sulit. Sehingga akan lebih reasonable apabila mencari target untuk ‘kendaraan perang’ yang masih dalam kondisi sehat wal afiat tidak kurang suatu apa. Namun apabila terlanjur telah membeli F50 yang kondisi girboksnya sudah dalam kondisi ‘agak menyedihkan’ ada baiknya untuk meng-overhaul piranti tersebut agar jelas bagian mana yang rusak dan dapat mengantisipasi kerusakan lebih lanjut. Apabila sparepart pengganti memang sudah tidak didapat lagi, untuk transmisi dan transfercase bisa mengganti dengan bawaan mesin DL dengan sedikit penyesuaian pada panjang driveshaft atau as kopel. Transmisi mesin DL sendiri tersedia dalam 2 varian, yaitu 4 speed dan 5 speed, namun harap diingat, penggantian transmisi assy mesin DG dengan transmisi assy mesin DL akan sedikit berpengaruh pada kemampuan kendaraan secara keseluruhan karena perbandingan gigi baik transmisi dan transfercase antara F50 dan F70/F75 tidak sama, F50 memiliki perbandingan gigi transmisi dan transfercase yang lebih kasar dibanding F70/F75. Posisi lubang baut bell housing antara mesin DG dan DL kebetulan sama sehingga pertukaran girboks antara 2 mesin tersebut dapat plug and play.

Setelah selesai berurusan dengan girboks dan transfercase maka selanjutnya kita meneliti kondisi gardan depan dan belakang dari F50 target kita. Sebagai muara dari sistem drivetrain pada kendaraan 4WD adalah kedua gardan depan dan belakang. Kondisi gardan yang tidak baik akan mengakibatkan tenaga dan torsi mesin tidak dapat tersalur sempurna ke keempat roda untuk menggerakkan mobil tersebut. Untuk pengemeriksaannya, jalankan mobil secara perlahan, tambah kecepatan hingga 40 kpj lalu lepaskan injakan pada pedal gas secara mendadak. Apabila saat mobil akan berjalan dan pedal gas diangkat tiba tiba tadi berbunyi suara “kleng” ada 2 kemungkinan penyebabnya. Pertama bisa dikarenakan umur pakai cross joint pada driveshaft yang sudah mendekati akhir, atau bila ternyata kondisi cross joint dalam keadaan baik, kemungkina besar penyebabnya adalah clearance antara ring gear dan pinion gear (selanjutnya disebut ring dan pinion) sudah diluar batas toleransi karena sudah mengalami keausan. Untuk clearance ring-pinion tersebut bisa disetel dengan menggunakan shim apabila derajat keausannya belum terlalu besar. Namun apabila setelah penyetelan hal tersebut masih terdengar, itu berarti saat penggantian ring-pinion gardan belakang sudah tiba. Keausan ring dan pinion juga dapat dideteksi dari suara gemuruh yang terdengar dari arah gardan belakang.

Setelah menilik keadaan gardan belakang, kita lanjutkan dengan gardan bagian depan. Pindahkan tuas transfercase pada posisi 4H (setelah sebelumnya mengaktifkan free wheel hub untuk kendaraan yang dilengkapi alat tersebut) kemudian belokkan kemudi sampai putaran habis, lalu jalankan mobil secara perlahan. Apabila ketika mobil berjalan dalam posisi belok itu disertai dengan bunyi “klek klek klek” dari arah depan, hal tersebut ditimbulkan oleh kondisi CV (Constant Velocity) Joint as roda depan sudah tidak dalam kondisi yang baik. Pengecekan kondisi untuk gardan depan selanjutnya hampir sama dengan langkah langkah pengecekan untuk gardan belakang.

Demikian langkah langkah pemeriksaan kondisi penerus daya dari Daihatsu F50, diharapkan dengan dilakukannya step step tersebut kita bisa mendapatkan kendaraan incaran yang berkondisi siap pakai atau paling tidak kita bisa memperkirakan perbaikan apa saja yang harus kita lakukan setelah kita mendapatkan Daihatsu F50 tersebut.

Motto: Menulis untuk hiburan diri sendiri … Kalau tidak menghibur, saya tidak menulis …

Artikel ini sudah dibaca 2383 kali. Semoga bermanfaat :)

3 comments for “Penerus Daya (Drive Train) pada Daihatsu Taft F50

  1. teddy
    26/03/2013 at 16:37

    mas saya punya taft f50 thn 1983, stiap tuas tranfercase dipindah ke 4L ataupun ke 4H, ketika kopling di lepas tuas tranfercase pindah ke posisi normal, saya sdh coba ganti seluruh isi girboknya, tp msh tetap begitu aja, tolong solusinya dong…trims

  2. denny setiawan
    17/11/2012 at 12:31

    mas saya punya taft kebo bensin. Mesinya saya ganti DG solar, sedang gearboxnya masih tetap yg lama. Mobil tidak bertenaga. apa solusinya.
    Tks Denny Pondok Gede, 0813 1481 1556.

    • 09/02/2013 at 17:53

      Kemungkinan besar rasio girnya gak cocok sama mesinnya, bro… Apa sudah dicoba ganti gearbox, transfer case dan gardan yang punya diesel juga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *